SEBUAH pelukan ternyata berarti banyak bagi semua orang, tak terkecuali anak dan remaja. Lewat sebuah pelukan, orang akan merasa dihargai dan dicintai.
Karena itu, sebagaimana dikatakan Psikolog Anak Seto Mulyadi, pelukan dapat memberi efek yang sangat besar bagi penerimanya.
"Setiap orang pada dasarnya ingin dihargai dan dicintai karena keduanya merupakan kebutuhan dasar manusia," kata psikolog yang biasa dipanggil Kak Seto itu, Jumat (26/6), di Jakarta.
Hanya dengan sebuah pelukan, orang tua juga dapat mengurangi risiko anak terjatuh pada 'pelukan' pengedar narkoba. Sejauh ini, kurangnya perhatian dari orang tua kepada anak masih disebut-sebut sebagai salah satu penyebab anak kecanduan narkoba.
Berlatar belakang alasan tersebut, para orang tua dituntut agar dapat bertindak sebagai teman bagi anak mereka serta mampu menjaga rumah tangga supaya tetap 'hangat'. Untuk menjawab tuntutan itu, orang tua sebenarnya dapat melakukannya dengan cara yang sederhana. Misalnya saja, dengan cara memberikan sebuah pelukan pada saat anak mendapatkan nilai bagus di sekolah atau ketika anak sedang sedih. Cara lain yang dapat diaplikasikan adalah melakukan aktivitas sarapan, makan malam atau berdoa bersama. Selain sederhana, ritual seperti itu juga tidak membutuhkan waktu lama.
Manfaat lain dari sebuah pelukan ialah mencegah anak menjadi kecanduan internet. Lagi-lagi, kurangnya perhatian dari orang tua disebut-sebut sebagai penyebab anak mencari 'perhatian' di tempat lain. Salah satu media yang dapat memenuhi kebutuhan anak akan itu adalah internet.
Bagi sejumlah anak, internet merupakan media untuk mendapatkan kesenangan. Lewat internet, mereka bisa mendapatkan teman atau sekadar bermain dengan memanfaatkan situs-situs yang menawarkan aneka permainan yang menyenangkan. Di satu sisi, hal itu baik karena dapat memperluas jaringan pertemanan. Di lain pihak, internet dapat pula menjadi 'sumber bencana'.
Sebuah pelukan, lagi-lagi diklaim dapat membantu anak agar terhindar dari dampak negatif internet.
Keunikan lain dari sebuah pelukan terletak pada kemampuannya untuk menyembuhkan penyakit. Kontak dari kulit ke kulit yang bisa diperoleh dari kegiatan memeluk merupakan makanan bagi jiwa. Sama halnya dengan perut yang membutuhkan asupan makanan, jiwa pun memerlukannya. Jiwa yang kekurangan 'makanan' dapat berdampak pada terganggunya hormon di dalam tubuh serta emosi.
Nah, 'makanan' bagi jiwa yang mudah diperoleh tanpa perlu diracik lagi adalah pelukan. Karena itu, ingatlah untuk senantiasa memberi pelukan sayang kepada anak. Dengan begitu, anak akan merasa dihargai, diperhatikan, dan disayangi oleh orang tuanya. Anak yang berada dalam lingkungan seperti itu berpotensi untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih terbuka dan tidak perlu mencari-cari lagi kasih sayang dari tempat lain. Jika kondisi itu tercipta, anak berpeluang untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment