Beberapa hari yang lalu, seorang rekan kerja berkunjung ruangan saya. Ia bercerita bila ayahnya harus dioperasi akibat osteoporis. Saya jadi teringat salah seorang saudara yang belum lama ini 'pergi' akibat penyakit osteoporosis yang dideritanya.
Penasaran dengan penyakit ini, saya pun langsung membongkar-bongkar materi seminar bertema Mencegah Osteoporosis dengan Tulang Sehat dan Kuat yang dibawakan Dr Soegiarto Sp. OT. di Omni International Hospital beberapa bulan lalu. Tepatnya, sebelum kasus Prita mencuat ke permukaan.
Menurut Dr Soegiarto, osteoporosis adalah kelainan pada tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Lantas, siapa saja yang berisiko terkena osteoporosis? Kaum lansia, terutama yang berusia di atas 55 tahun, lalu wanita, etnis Asia, gaya hidup yang kurang aktif, kurus, riwayat osteoporosis atau patah tulang akibat osteoporosis dalam keluarga, gangguan keseimbangan hormonal (estrogen), perokok, orang-orang yang sering mengonsumsi minuman beralkohol, penggemar minuman berkafein, diet dengan intake rendah kalsium, penggunaan obat-obatan seperti prednisone dan antikejang, serta kelainan atau penyakit tertentu.
Data yang diperoleh dari Dr Soegiarto menunjukkan bila satu dari dua wanita dan satu dari delapan pria terkena osteoporosis.
Data tersebut sekaligus menginformasikan bila wanita, khususnya yang berusia di atas 55 tahun, harus lebih berhati-hati ketimbang pria. Apabila terjadi pegal-pegal pada tulang, terutama di daerah punggung atau pinggang, segera berkonsultasi dengan dokter.
Namun, sebelum osteoporosis menyerang, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan. Pertama, ubah pola hidup. Misalnya saj dengan cara berhenti merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, dan melakukan latihan fisik yang memadai. Kedua, lakukan diet cukup kalsium dengan cara mengonsumsi 1.000-1.500 kalsium perhari dan intake vitamin D yang adekuat (400-800 IU perhari).
Kebutuhan kalsium dan vitamin D setiap orang tergantung pada usia.
Anak-anak berusia 4-8 tahun, kebutuhan kalsiumnya ialah 800mg. Lalu, anak berusia 9-18 tahun, 1.300mg. Sedangkan di atas 51 tahun, 1.200mg.
Sementara itu, kebutuhan vitamin D orang-orang berusia di bawah 50 tahun ialah 400-800IU perhari. 50 tahun ke atas, 800-1.000-IU perhari.
Beberapa jenis bahan makanan yang dapat dikonsumsi untuk mencegah osteoporosis ialah kuning telur, ikan laut, dan hati.
Kesimpulannya, jangan kecewa kalau Anda sakit hati akibat perbuatan orang. Karena, makan hati ternyata terbukti dapat mengurangi risiko terkena osteoporosis.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment